--= Sekedar Coretan =--
"Katempo Ayana, Kadenge Sorana jeung Karasa Mangfaatna"

Tampilkan postingan dengan label Panduan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panduan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 September 2010

OSIS

Organisasi Siswa Intra Sekolah (disingkat OSIS) adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing dari guru yang dipilih oleh pihak sekolah.

Anggota OSIS adalah seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada. Seluruh anggota OSIS berhak untuk memilih calonnya untuk kemudian menjadi pengurus OSIS.


1. Latar belakang berdirinya OSIS

Tujuan nasional Indonesia, seperti yang tercantum pada Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dan secara operasional diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Pembangunan Nasional dilaksanakan di dalam rangka pembangunan bangsa Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Pembangunan pendidikan merupakan bagian dari Pembangunan Nasional. Di dalam garis-garis besar haluan Negara ditetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.

Garis-garis Besar Haluan Negara juga menegaskan bahwa generasi muda yang di dalamnya termasuk para siswa adalah penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan nasional yang berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar 1945.

Mengingat tujuan pendidikan dan pembinaan generasi muda yang ditetapkan baik di dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 maupun di dalam garis-garis besar Haluan Negara amat luas lingkupnya, maka diperlukan sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang merupakan jalur pendidikan formal yang sangat penting dan strategis bagi upaya mewujudkan tujuan tersebut, baik melalui proses belajar mengajar maupun melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.


2. Wawasan Wiyatamandala

Dengan memperhatikan kondisi sekolah dan masyarakat dewasa ini yang umumnya masih dalam taraf perkembangan, maka upaya pembinaan kesiswaan perlu diselenggarakan untuk menunjang perwujudan sekolah sebagai Wawasan Wiyatamandala.

Berdasarkan surat Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah nomor: 13090/CI.84 tanggal 1 Oktober 1984 perihal Wawasan Wiyatamandala sebagai sarana ketahanan sekolah, maka dalam rangka usaha meningkatkan pembinaan ketahanan sekolah bagi sekolah-sekolah di lingkungan pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasra dan Menengah, Departemen pendidikan dan kebudayaan, mengeterapkan Wawasan Wiyatamandala yang merupakan konsepsi yang mengandung anggapan-anggapan sebagai berikut:
  1. Sekolah merupakan wiyatamandala (lingkungan pendidikan) sehingga tidak boleh digunakan untuk tujuan-tujuan diluar bidang pendidikan.
  2. Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh untuk menyelenggarakan seluruh proses pendidikan dalam lingkungan sekolahnya, yang harus berdasarkan Pancasila dan bertujuan untuk: 1) meningkatkan ketakwaan teradap Tuhan yang maha Esa, 2) meningkatkan kecerdasan dan keterampilan, 3) mempertinggi budi pekerti, 4) memperkuat kepribadian, 5) mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air.
  3. Antara guru dengan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama yang baik untuk mengemban tugas pendidikan.
  4. Para guru, di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, harus senantiasa menjunjung tinggi martabat dan citra guru sebagai manusia yang dapat digugu (dipercaya) dan ditiru, betapapun sulitnya keadaan yang melingkunginya.
  5. Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya, namun harus mencegah masuknya sikap dan perbuatan yang sadar atau tidak, dapat menimbulkan pertientangan antara kita sama kita.
Untuk mengimplementasikan Wawasan Wiyatamandala perlu diciptakan suatu situasi di mana siswa dapat menikmati suasana yang harmonis dan menimbulkan kecintaan terhadap sekolahnya, sehingga proses belajar mengajar, kegiatan kokurikuler, dan ekstrakurikuler dapat berlangsung dengan mantap.

Upaya untuk mewujudkan Wawasan Wiyatamandala antara lain dengan menciptakan sekolah sebagai masyarakat belajar, pembinaan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), kegiatan kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra-kurikuler, serta menciptakan suatu kondisi kemampuan dan ketangguhan yakni memiliki tingkat keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, dan kekeluargaan yang mantap.


3. Struktur organisasi

Pada dasarnya setiap OSIS di satu sekolah memiliki struktur organisasi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Namun, biasanya struktur keorganisasian dalam OSIS terdiri atas:
  1. Ketua Pembina (biasanya Kepala Sekolah)
  2. Wakil Ketua Pembina (biasanya Wakil Kepala Sekolah)
  3. Pembina (biasanya guru yang ditunjuk oleh Sekolah)
  4. Ketua Umum
  5. Wakil Ketua I
  6. Wakil Ketua II
  7. Sekretaris Umum
  8. Sektetaris I
  9. Sekretaris II
  10. Bendahara
  11. Wakil Bendahara
  12. Ketua Sekretaris Bidang (sekbid) yang mengurusi setiap kegiatan siswa yang berhubungan dengan tanggung jawab bidangnya.
Dan biasanya dalam struktur kepengurusan OSIS memiliki beberapa pengurus yang bertugas khusus mengkoordinasikan masing-masing kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah.


4. Arti bentuk dan warna lambang OSIS

  1. Bunga bintang sudut lima dan lima kelopak daun bunga. Generasi muda adalah bunga harapan bangsa dengan bentuk bintang sudut lima menunjukkan kemurnian jiwa siswa yang berintikan Pancasila. Para siswa berdaya upaya melalui lima jalan dengan kesungguhan hati, agar menjadi warga negara yang baik dan berguna. Kelima jalan tersebut dilukiskan dalam bentuk lima kelopak daun bunga, yaitu: abdi, adab, ajar, aktif, dan amal.
  2. Buku terbuka. Belajar keras menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi, merupakan sumbangsih siswa terhadap pembangunan bangsa dan negara.
  3. Kunci pas Kemauan bekerja keras akan menumbuhkan rasa percaya pada kemampuan diri dan bebas dari ketergantungan pada belas kasihan orang lain, menyebabkan siswa berani mandiri. Kunci pas adalah alat kerja yang dapat membuka semua permasalahan dan kunci pemecahan dari segala kesulitan.
  4. Tangan terbuka. Kesediaan menolong orang lain yang lemah sesama siswa dan masyarakat yang memerlukan bantuan dan pertolongan, yang menunjukkan adanya sikap mental siswa yang baik dan bertanggung jawab.
  5. Biduk. Biduk / perahu, yang melaju di lautan hidup menuju masa depan yang lebih baik, yaitu tujuan nasional yang dicita – citakan.
  6. Pelangi merah putih. Tujuan nasional yang dicita–citakan adalah masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera baik material maupun spiritual.
  7. Tujuh belas butir padi, delapan lipatan pita, empat buah kapas, lima daun kapas. Pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah peristiwa penegakan jembatan emas kemerdekaan Indonesia mengandung nilai–nilai perjuangan ’45 yang harus dihayati para siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional. Kemerdekaan yang telah ditebus dengan mahal perlu diisi dengan partisipasi penuh para siswa.
  8. Warna kuning. Sebagai dasar lambang yaitu warna kehormatan/agung. Suatu kehormatan bila generasi muda diberi kepercayaan untuk berbuat baik dan bermanfaat melalui organisasi, untuk kepentingan dirinya dan sesama mereka, sebagai salah satu sumbangsih nyata kepada tanah air, bangsa dan negara.
  9. Warna coklat. Warna tanah Indonesia, berpijak pada kepribadian dan budaya sendiri serta rasa nasional Indonesia.
  10. Warna merah putih. Warna kebangsaan Indonesia yang menggambarkan hati yang suci dan berani membela kebenaran.
Download Linknya di Sini :
http://www.ziddu.com/download/11463184/OSIS.docx.html

Kamis, 15 Juli 2010

Pesantren (Data Pesantren di Sumedang)

Pesantren
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pesantren, pondok pesantren, atau disebut pondok saja, adalah sekolah Islam berasrama yang terdapat di Indonesia. Pendidikan di dalam pesantren bertujuan untuk memperdalam pengetahuan tentang al-Qur'an dan Sunnah Rasul, dengan mempelajari bahasa Arab dan kaidah-kaidah tata bahasa-bahasa Arab. Para pelajar pesantren (disebut sebagai santri) belajar di sekolah ini, sekaligus tinggal pada asrama yang disediakan oleh pesantren. Institusi sejenis juga terdapat di negara-negara lainnya; misalnya di Malaysia dan Thailand Selatan yang disebut sekolah pondok, serta di India dan Pakistan yang disebut madrasa Islamia.

Definisi pesantren
Istilah pesantren berasal dari kata pe-santri-an, dimana kata "santri" berarti murid dalam Bahasa Jawa. Istilah pondok berasal dari Bahasa Arab funduuq yang berarti penginapan. Khusus di Aceh, pesantren disebut juga dengan nama dayah. Biasanya pesantren dipimpin oleh seorang Kyai. Untuk mengatur kehidupan pondok pesantren, kyai menunjuk seorang santri senior untuk mengatur adik-adik kelasnya, mereka biasanya disebut lurah pondok. Tujuan para santri dipisahkan dari orang tua dan keluarga mereka adalah agar mereka belajar hidup mandiri dan sekaligus dapat meningkatkan hubungan dengan kyai dan juga Tuhan.

Pendapat lainnya, pesantren berasal dari kata santri yang dapat diartikan tempat santri. Kata santri berasal dari kata Cantrik (bahasa Sansakerta, atau mungkin Jawa) yang berarti orang yang selalu mengikuti guru, yang kemudian dikembangkan oleh Perguruan Taman Siswa dalam sistem asrama yang disebut Pawiyatan. Istilah santri juga dalam ada dalam bahasa Tamil, yang berarti guru mengaji, sedang C. C Berg berpendapat bahwa istilah tersebut berasal dari istilah shastri, yang dalam bahasa India berarti orang yang tahu buku-buku suci agama Hindu atau seorang sarjana ahli kitab suci agama Hindu. Terkadang juga dianggap sebagai gabungan kata saint (manusia baik) dengan suku kata tra (suka menolong), sehingga kata pesantren dapat berarti tempat pendidikan manusia baik-baik.

Pesantren pada mulanya merupakan pusat penggemblengan nilai-nilai dan penyiaran agama Islam. Namun, dalam perkembangannya, lembaga ini semakin memperlebar wilayah garapannya yang tidak melulu mengakselerasikan mobilitas vertical (dengan penjejelan materi-materi keagamaan), tetapi juga mobilitas horizontal (kesadaran sosial). Pesantren kini tidak lagi berkutat pada kurikulum yang berbasis keagamaan (regional-based curriculum) dan cenderung melangit, tetapi juga kurikulum yang menyentuh persoalan kikian masyarakat (society-based curriculum). Dengan demikian, pesantren tidak bisa lagi didakwa semata-mata sebagai lembaga keagamaan murni, tetapi juga (seharusnya) menjadi lembaga sosial yang hidup yang terus merespons carut marut persoalan masyarakat di sekitarnya.

Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tertua yang merupakan produk budaya Indonesia. Keberadaan Pesantren di Indonesia dimulai sejak Islam masuk negeri ini dengan mengadopsi sistem pendidikan keagamaan yang sebenarnya telah lama berkembang sebelum kedatangan Islam. Sebagai lembaga pendidikan yang telah lama berurat akar di negeri ini, pondok pesantren diakui memiliki andil yang sangat besar terhadap perjalanan sejarah bangsa.

Banyak pesantren di Indonesia hanya membebankan para santrinya dengan biaya yang rendah, meskipun beberapa pesantren modern membebani dengan biaya yang lebih tinggi. Meski begitu, jika dibandingkan dengan beberapa institusi pendidikan lainnya yang sejenis, pesantren modern jauh lebih murah. Organisasi massa (ormas) Islam yang paling banyak memiliki pesantren adalah Nahdlatul Ulama (NU). Ormas Islam lainnya yang juga memiliki banyak pesantren adalah Al-Washliyah dan Hidayatullah.

Jenis pesantren
Pesantren yang hanya mengajarkan ilmu agama Islam saja umumnya disebut pesantren salafi. Pola tradisional yang diterapkan dalam pesantren salafi adalah para santri bekerja untuk kyai mereka - bisa dengan mencangkul sawah, mengurusi empang (kolam ikan), dan lain sebagainya - dan sebagai balasannya mereka diajari ilmu agama oleh kyai mereka tersebut. Sebagian besar pesantren salafi menyediakan asrama sebagai tempat tinggal para santrinya dengan membebankan biaya yang rendah atau bahkan tanpa biaya sama sekali. Para santri, pada umumnya menghabiskan hingga 20 jam waktu sehari dengan penuh dengan kegiatan, dimulai dari shalat shubuh di waktu pagi hingga mereka tidur kembali di waktu malam. Pada waktu siang, para santri pergi ke sekolah umum untuk belajar ilmu formal, pada waktu sore mereka menghadiri pengajian dengan kyai atau ustadz mereka untuk memperdalam pelajaran agama dan al-Qur'an.

Ada pula pesantren yang mengajarkan pendidikan umum, dimana persentase ajarannya lebih banyak ilmu-ilmu pendidikan agama Islam daripada ilmu umum (matematika, fisika, dan lainnya). Ini sering disebut dengan istilah pondok pesantren modern, dan umumnya tetap menekankan nilai-nilai dari kesederhanaan, keikhlasan, kemandirian, dan pengendalian diri. Pada pesantren dengan materi ajar campuran antara pendidikan ilmu formal dan ilmu agama Islam, para santri belajar seperti di sekolah umum atau madrasah. Pesantren campuran untuk tingkat SMP terkadang juga dikenal dengan nama Madrasah Tsanawiyah, sedangkan untuk tingkat SMA dengan nama Madrasah Aliyah. Namun, perbedaan pesantren dan madrasah terletak pada sistemnya. Pesantren memasukkan santrinya ke dalam asrama, sementara dalam madrasah tidak.

Terdapat pula suatu pondok pesantren induk yang mempunyai cabang di daerah lain, dan biasanya dikelola oleh alumni pondok pesantren induk tersebut. Sebagai contoh, Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor yang terletak di Ponorogo, Jawa Timur mempunyai cabang pondok alumi, antara lain:
  • Pondok Modern Arrisalah di Slahung, yang dipimpin oleh KH Ma'sum Yusuf.
  • Pondok Modern Assalam Sukabumi di Sukabumi Jawa Barat yang dipimpin oleh K.Badrusyamsi, M.Pd.

Sejarah umum
Umumnya, suatu pondok pesantren berawal dari adanya seorang kyai di suatu tempat, kemudian datang santri yang ingin belajar agama kepadanya. Setelah semakin hari semakin banyak santri yang datang, timbullah inisiatif untuk mendirikan pondok atau asrama di samping rumah kyai. Pada zaman dahulu kyai tidak merencanakan bagaimana membangun pondoknya itu, namun yang terpikir hanyalah bagaimana mengajarkan ilmu agama supaya dapat dipahami dan dimengerti oleh santri. Kyai saat itu belum memberikan perhatian terhadap tempat-tempat yang didiami oleh para santri, yang umumnya sangat kecil dan sederhana. Mereka menempati sebuah gedung atau rumah kecil yang mereka dirikan sendiri di sekitar rumah kyai. Semakin banyak jumlah santri, semakin bertambah pula gubug yang didirikan. Para santri selanjutnya mempopulerkan keberadaan pondok pesantren tersebut, sehingga menjadi terkenal kemana-mana, contohnya seperti pada pondok-pondok yang timbul pada zaman Walisongo.

Peranan pesantren
Pondok Pesantren di Indonesia memiliki peran yang sangat besar, baik bagi kemajuan Islam itu sendiri maupun bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan. Berdasarkan catatan yang ada, kegiatan pendidikan agama di Nusantara telah dimulai sejak tahun 1596. Kegiatan agama inilah yang kemudain dikenal dengan nama Pondok Pesantren. Bahkan dalam catatan Howard M. federspiel- salaseorang pengkaji ke-Islaman di Indonesia, menjelang abad ke-12 pusat-pusat studi di Aceh dan Palembang (Sumatra), di Jawa Timur dan di Gowa (Sulawesi) telah meng hasilkan tulisan-tulisan penting dan telah menarik santri untuk belajar.

Moderenisasi pesantren
Sebab-sebab terjadinya moderenisasi Pesantren daiantaranya: Pertama, munculnya wancana penolakan taqlid dengan “kembalo kepada Al-Qur’an dan sunah” sebagai isu sentral yang mulai di tadaruskan sejak tahun 1900. Maka sejak saat tiu perdebatan antara kaum tua dengan kaum muda, atau kalangan reformis dengan kalangan ortodoks/konservatif, mulai mengemukan sebagai wancana public. Kedua: kian mengemukannya wacana perlawanan nasional atas kolonialisme belanda. Ketiga, terbitnya kesadaran kalangan Muslim untuk memperbaharui organisasi keislaman mereka yang berkonsentrasi dalam aspek sosial ekonomi. Keempat, dorongan kaum Muslim untuk memperbaharui sistem pendidikan Islam. Salasatu dan keempat itulah, menurut Karel A. Steenbrink, yang sejatinya selalu menjadi sumber inspirasi para pembaharu Islam untuk melakukan perubahan Islam di Indonesia.

Peran sosial
Sebagai institusi sosial, pesantren telah memainkan peranan yang penting di Indonesia dan negara-negara lainnya yang penduduknya banyak memeluk agama Islam. Alumni pondok pesantren umumnya telah bertebaran di seluruh wilayah Indonesia. Beberapa alumnus pesantren juga telah berkiprah di pentas nasional, yang terkenal antara lain:
  • Dr. Hidayat Nurwahid (mantan Ketua MPR RI),
  • KH. Hasyim Muzadi (Ketua PB Nahdlatul Ulama),
  • Prof. Nurkholish Madjid mantan (Rektor Universitas Paramadina),
  • Dr. Din Syamsuddin (Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).
  • KH. Abdurrahman Wahid, salah seorang kyai yang terkenal, adalah mantan Presiden Republik Indonesia. Ia adalah putra KH. Wahid Hasyim, seorang kyai yang juga tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia dan pernah dua kali menjabat Menteri Agama di Indonesia. Sementara kakeknya adalah KH. Hasyim Asy'ari, seorang pahlawan nasional Indonesia dan pendiri Nahdlatul Ulama, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Data Pondok Pesantren Di Sumedang
bagi yang memerlukan data pondok pesantren di sumedang silahkan download di link bawah ini :
Data Pontren BKSPPI.XLS

NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional)

NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) adalah kode pengenal sekolah yang bersifat unik dan membedakan satu sekolah dengan sekolah lainnya. Penerapan kode pengenal sekolah selama ini masih belum ada standar yang baku. Aturan penyusunan kode pengenal sekolah antar satu propinsi bisa berbeda dengan propinsi lain. Dengan mekanisme pemberian kode pengenal sekolah yang tidak baku secara nasional, maka rentan terjadinya data sekolah ganda yang pada akhirnya tidak mampu menjadi pembeda utama bagi sekolah-sekolah di Indonesia.

Akibat dari tidak adanya standarisasi ini, muncul kesulitan dalam proses manajemen pengeolaan data sekolah dalam skala nasional. Karena itu dirasa sangat penting untuk melakukan standarisasi kodifikasi yang diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. Dengan standarisasi ini, NPSN akan benar-benar bersifat unik dan menjadi pembeda utama antar satu sekolah dengan sekolah lainnya di seluruh Indonesia.

nah, bagi rekan-rekan, bapak-bapak, ibu-ibu tenaga pendidik, tenaga kependidikan, para pelajar, para mahasiswa dan lain-lain yang membutuhkan data dan ingin mendownload data RA (raudhatul Athfal) TK (Taman Kanak-Kanak) SD (Sekolah Dasar), MI (Madrasah Ibtidaiyyah) SMP (Sekolah Menengah Pertama), MTs (Madrasah Tsanawiyah) SMA (Sekolah Menengah Atas) MA (Madrasah Aliyah), SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) SLB (Sekolah Luar Biasa) dan Perguruan Tinggi di Kabupaten Sumedang dapat mendownload di sini. klik link download di bawah ini :
DATA SEKOLAH.xls

terimakasih dan semoga bermanfaat

Minggu, 27 Juni 2010

FORUM PEDULI KESEHATAN SUMEDANG

FORUM PEDULI KESEHATAN SUMEDANG
(FPK SUMEDANG)


Tujuan Umum:
Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Sumedang

Tujuan Khusus (Tujuan Strategis):
  1. Melakukan advokasi untuk mendorong sistem jaminan kesehatan daerah yang pro masyarakat
  2. Melakukan pendampingan terhadap masyarakat yang memiliki persoalan dalam pelayanan kesehatan
  3. Merespon isu-isu kesehatan yang sedang berkembang (monitoring dan evaluasi)

Keanggotan :
Lembaga dan/atau individu yang memiliki pedulian terhadap persoalan kesehatan masyarakat

Ruang Lingkup Kegiatan
  1. Penguatan Kapasitas Anggota dalam isu jaminan kesehatan
  2. Diskusi rutin dengan menghadirkan narasumber tentang jaminan kesehatan
  3. Sosialisasi ke angota masyarakat (kelompok warga) dan memperluas jaringan
  4. Diskusi keliling di kecamatan/ komunitas
  5. Pendampingan masyarakat
  6. Pengaduan/Laporan kasus pelayanan kesehatan
  7. Menjadi penghubung antara warga yang bermasalah dengan pemerintah

Struktur Organisasi
Organizing Committee (OC)
  1. Warsito (Paguyuban Baso Jamu Sumedang)
  2. M.Ramdhani (Lakpesdam NU Sumedang)
  3. Yenti Nurhidayat (Sanggar)


Koordinator Bidang
1.Bidang Kajian dan Diskusi : Acep (IPNU)
Kegiatan :
  • Diskusi rutin dan diskusi komunitas
  • Kajian Regulasi dan Bapel Jamkesda

2. Bidang Sosialisasi dan Kampanye : Robbi (BKSPPI)
Kegiatan
  • Talkshow radio
  • Newsletter bulanan
  • Bakti sosial

3. Bidang Pendampingan dan Advokasi : Nia Kurniawati (Aisyiyah)
Kegiatan
  • Mengembangkan format pendataan/pengaduan kasus (Data base)
  • Pendampingan kasus
  • Audiensi/hearing

Rencana Kerja Forum Peduli Kesehatan
No Kegiatan Lokasi Waktu PJ/Pelaksana
A. Kegiatan di Komunitas
  1. Diskusi Komunitas IPNU Sumedang (Juli) Acep
  2. Kader Cimanggung Cimanggung (Juli) Kokom
  3. IMM STAIN (Agustus) Nia
  4. FFD Paseh Paseh (Agustus) Robbi
  5. BKSG Sumedang (September) Pak Nanang
  6. Kader Ujung Jaya (Ujung Jaya) September Eni
  7. Kader Rancakalong Rancakalong (Oktober) Tati
  8. Kopabaso Kotakaler (Oktober) Hasan

B. Kegiatan Rutin
  1. Diskusi 1 Sumedang April
  2. Diskusi 2 Sumedang Mei
  3. Diskusi 3 “Mekanisme Pelayanan kesehatan di Puskesmas” Sumedang Juni
  4. Diskusi 4 “Analisis anggaran kesehatan di Kab.Sumedang” Sumedang Juli
  5. Diskusi 5 “Asuransi kesehatan Sosial” Sumedang Agustus
  6. Diskusi 6 “Bapel Jamkesda” Sumedang September
  7. Diskusi 7 “ Regulasi Jamkesda” Sumedang Oktober
  8. Diskusi 8 “ Kepesertaan Jamkesda” Sumedang November

Catatan:
Topik diskusi bisa disesuaikan tergantung kondisi

Alamat Sekretariat:
Jln. Ketib No.13
Sumedang 45322

Kontak Person :
Warsito (081320732314)

Sabtu, 29 Mei 2010

ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN

ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN


A. Organisasi

1. Pengertian
Secara bahasa organisasi berasal dari kata “organization” yang berati “perkumpulan”
Secara istilah organisasi adalah sekumpulan orang yang terdiri dari pemimpin dan anggota ysng bersatu dalam sebuah wadah, mempunyai tujuan dan cita-cita yang sama serta mempunyai aturan-aturan yang di sepakati bersama

2. Komponen dan Faktor-faktor Pembantuk O rganisasi
  1. Adanya sekelompok orang
  2. Berkumpul dalam sebuah wadah
  3. Adanya tujuan bersama yang ingin di capai
  4. Adanya aturan dan pembagian kerja
  5. Mempunyai pemimpin dan anggota
3. Azas –azas Organisasi
  1. Kesatuan komando (direct of command)
  2. Pembagian Kerja (job descripon)
  3. Loyalitas Organisai (esprit de corps)
  4. Fungsi manajemen
  5. Kesamaan Tujuan (direct of goal)
  6. Aturan yang Jelas (order of law)
  7. Komunikasi Interpersonal
  8. Kerjasama Jaringan (relationship networking)
  9. Pengetahuan dan kecakapan Tertentu (skiil)
  10. Profesionalisme Kerja dan Ethos
  11. Pendanaan yang cukup (fundrising)

4. Contoh dan Jenis Organisasi
1. Organisasi Pemerintahan, adalah organisasi yang dibentuk oleh pemerintah, misalnya :
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
- Komisi Penanggulangan Bencana (KPB)
- Badan Narkotika Nasional (BNN), dll.
2. Organisasi non pemerintah (Non Goverment Organiztion) adalah organisasi yang di bentuk masyarakat secara independen.Misalnya:
- Yayasan swasta
- Partai politik
- Organisasi masa (NU, Muhammadiyah, Al Irsyad, Masyumi, dll)
- Organisasi profesi (Serikat Buruh ,Ikatan Dokter Indonesia, dll)
- Organisasi ekonomi, Firma , CV , PT , Bank, Koperasi,dll)
- Organisasi intra sekolah (OSIS, PMR, IPNU, IPPNU, IRM, Pramuka, dll)
3. Organisasi bawah tanah, adalah organisasi yang secara formal tidak terlihat akan tetapi dalam realitasnya ada, misalnya :
- Sindikat-sindikat (Perjudian, Perdagangan Anak, Prostitusi, Narkoba, dll)
- Organisasi politik dan keagamaan (Nazisme, Marxisme, Sekte-sekte keagamaan, dll)

5. Manfaat Organisasi
Organisasi mempunyai manfaat secara bersama/kolektif maupun secara individu.
Manfaat kolektif :
1. Efektivitas dan efisiensi tujuan
Contoh : Kemerdekaan Indonesia lebih cepat dicapai setelah lahirnya organisasi pergerakan nasional seperti Budi Utomo, Nahdllatul Ulama, Muhammadiyah, Taman Siswa, dll.
2. Terbentuknya ukhuwah/persaudaraan sesama anggota organisasi.
3. Memungkinkan partisipasi eksternal yang lebih luas.
4. Adanya jaminan perlindungan hukum dan HAM yang lebih aman dalam menjalankan fungsi organisasi.
5. Memungkinkan adanya kerjasama yang saling menguntungkan antar organisasi.

Manfaat Individu :
  1. Dapat membentuk karakter pribadi dan mentalitas yang lebih baik.
  2. Meningkatkan skill/ kemampuan profesional,
  3. misalnya : administrasi, public speaking, dll.
  4. Melatih kepekaan sosial dan kebersamaan dalam kelompok.
  5. Melatih kemampuan kerjasama, manajemen, pengambilan keputusan, penanganan konflik, dll.
  6. Pergaulan dan kesempatan yang lebih luas karena mempunyai banyak jaringan (relasi).

B. LEADERSHIP
1. Pengertian
Adalah suatu sikap tertentu atau keahlian khusus mengenai hubungan interpersonal (antar individu) untuk mengelola, memberdayakan dan mengarahkann seluruh komponen serta sumber daya organisasi menuju pada tujuan atau cita-cita bersama yang diinginkan. Oleh karena itu, kepemimpinan merupakan suatu proses dan seni dalam berhubungan dengan sesama manusia.

Kepemimpinan dapat kita jumpai dalam kehidupan seehari-hari seperti, kepemimpinan dalam rumah tangga, di dalam kelas, lingkungan masyarakat, partai politik, organisasi masa, dll.

2. Tugas dan Fungsi Pemimpin
  1. Perencana
  2. Organisator
  3. Koordinator
  4. Dinamisator
  5. Motivator
  6. Supervisor
  7. Pengambil Keputusan
  8. Penanggungjawab

3. Jenis Kepemimpinan
a. Kepemimpinan Struktural (Formal)
Contoh : Presiden, Lurah, Ketua IPNU, dll.
b. Kepemimpinan Kultural
Contoh : Ulama, Ketua Adat, Pemimpin Genk, Korlap Demo, Juru Kampanye, dll.

4. Aspek Kepemimpinan dalam Organisasi
a. Aspek Internal
Kemampuan pemimpin dalam memahami kondisi organisassi secara utuh dan menyeluruh (komprehenshif). Meliputi antara lain :
• Memahami tujuan organisasi
• Memahami struktur/mekanisme kerja organisasi
• Memahami peraturan organisasi
• Mampu memetakan dan menyelesaikan konflik dan persoalan secara sistematis
• Mampu menciptakan iklim kerja yang kondusif dan memberikan motivasi pada anggotanya.

b. Aspek Eksternal
Adalah kemampuan pemimpin untuk memahami perkembangan kontemporer baik dalam skala global, nasional, regional maupun lokal dan mampu beradaptasi terhadap perubahan serta memelihara/mengakomodasi kepentingan semua basis pendukungnya, masyarakat, anggota, stake holder, relasi maupun jaringan yang secara langsung maupun tidak langsung terpengaruh terhadap organisasi yang dipimpinnya. Sehingga pemimpin harus mempunyai kecakapan dan kemampuan:
1) Komunikasi, lobi dan diplomasi yang baik dengan pihak-pihak pendukung (stake holder).
2) Komunikasi massa, komunikasi publik dan komunikasi media yang baik.
3) Mobilitas atau daya jelajah yang baik dengan wilayah kerjanya.

5. Tipe Kepemimpinan
  1. Tipe Otokratis. Tipe kepemimpinan dengan kekuasaan tak terbatas/absolut, Contoh : Kerajaan (monarkhi absolut), rezim militer (misal : Rezim Nazi Hitler).
  2. Tipe Oligarkis. Tipe kepemimpinan persekutuan/koalisi para pemimpin. Misal : Pemerintah Triumphirat pada zaman Romawi terdiri dari Oktavianus, Marc Anthony dan Brutus.
  3. Tipe Aristokratis. Tipe kepemimpinan yang berorientasi pada golongan profesional. Misal : politikus, teknokrat, akademisi, pengusaha, dll.
  4. Tipe Demokratis. Tipe kepemimpinan berdasarkan pada mekanisme dan partisipasi rakyat atau anggota.
  5. Tipe Paternalis. Tipe kepemimpinan yang bersifat kharismatis.Biasanya dijumpai pada model kepemimipinan kultural. Misal : Pemuka Agama, Ketua Adat, Pemimipin Organisasi masa, dll.

6. Sifat Pemimpin menurut Islam
Sifat pemimipin menurut Islam minimal memenuhi empat kriteria sebagai berikut :
  1. Amanah (Dapat Dipercaya)
  2. Tabligh (Komunikatif)
  3. Fathonah (Berintelektual)
  4. Sidiq (Benar/ Jujur).

Kamis, 22 April 2010

Memotong, Menggabung, dan Operasi Objek pada CorelDraw



Memotong, Menggabung, dan Operasi Objek pada CorelDraw

By Lizard Wijanarko on January 12, 2010

Ilmu Grafis Memotong, Menggabung, dan Operasi Objek pada CorelDraw merupakan tutorial penting dalam pengolah objek. Pada saat objek menumpuk kita bisa mengoperasikan beberapa trik agar objek satu sama lainnya tidak saling mempengaruhi. Atau terkadang kita berniat untuk menghilangkan objek yang berada di atas objek lainnya atau juga kita berniat mengambil sisa perpaduan antar objek dan lain sebagainya.

Ke semua operasi tersebut sering kita lihat pada operasi matematika berupa himpunan dan semesta. Konsep kerjanya sama. Fasilitas ini dalam CorelDraw dibagi menurut hasil objek yang diciptakan. Untuk lebih mengenal operasi ini silakan lihat tutorial berikut :
Cara Memotong, Menggabung, dan Operasi Objek pada CorelDraw

1. Kita buat dulu objeknya. Objek pertama adalah persegi dan objek kedua adalah lingkaran sempurna. Gunakan tool Rectangle dan Ellipse tool untuk membuat kedua ojek tersebut, sambil menekan tombol keyboard CTRL + klik dan drag via tool tersebut agar objek menjadi benar-benar persegi dan lingkaran.

2. Warnai objek tersebut dengan warna merah untuk lingkaran dan kuning untuk persegi. Aktifkan snap to objek dan pindah posisi tengah lingkaran di unjung pojok bawah kanan persegi.


3. Pilih objek lingkaran menggunakan pick tool kemudian sambil menekan tombol SHIFT klik objek persegi, sehingga keduanya terseleksi.

4. Property bar berubah dan siap kita lakukan operasi objek.


Penjelasan
Weld : Digunakan untuk menggabungkan objek, warna akan berubah sesuai dengan objek terakhir terpilih.
Trim : Digunakan untuk memotong objek yang menumpuk (pemotong adalah objek pertama/awal yang dipilih)
Simplify : Digunakan untuk menyederhanakan objek menumpuk (hasil mirip trim), dengan simplify objek terseleksi lebih dari dua tidak menjadi masalah dengan hasil mirip trim. Sedangkan trim tidak bisa digunakan untuk opsi ini.
Front Minus Back : Digunakan untuk memotong objek, objek pertama dipilih adalah bagian yang akan tetap ada, objek terpilih ke-dua akan dihilangkan.
Back Minus Front : Digunakan untuk memotong objek, objek pertama dipilih adalah bagian yang akan dihilangkan, objek terpilih ke-dua akan tetap ada.
Create new objek… : Digunakan untuk membuat objek dari keseluruhan tepi objek terpilih.

Tambahan
Combine : Digunakan untuk menggabung objek terpilih (menumpuk), hasil tumpukan akan secara otomatis dihilangkan (berlubang). Warna akan berubah sesuai dengan objek terakhir terpilih.

Selasa, 23 Maret 2010

Panduan membuat Blog

Panduan membuat Blog


Mungkin ada diantara anda-anda yang belum tahu tentang blog dan bertanya-tanya tentang blog, maka saya akan mengulas sedikit tentang blog menurut versi saya sendiri.

1. Apa itu Blog ?

Blog ( singkatan dari Web log) adalah situs yang sifatnya lebih pribadi, yaitu lebih berat kepada penggambaran dari si pembuat blog itu sendiri. Blog dibuat oleh para desainer penyedia blog agar bekerja secara otomatis dan mudah untuk dioperasikan , jadi bagi kita-kita yang masih bingung dengan bahasa pemrograman untuk membuat sebuah website tidak jadi persoalan. Apabila anda sudah bisa membuat sebuah account email di internet, maka dalam membuat blog pun saya yakin anda bisa.

2. Cara membuat blog

Seperti halnya e-mail, dalam membuat blog pun kita harus mempunyai sebuah account terlebih dahulu, oleh karena itu silahkan daftarkan diri anda terlebih dahulu di free blog provider (penyedia hosting/domain blog gratis). Free blog provider sangatlah banyak terdapat di internet dan beberapa yang populer adalah http://www.blogger.com/ , http://www.wordpress.com/ serta http://blogsome.com/. Dalam kesempatan kali ini saya akan mengulas tentang cara pembuatan blog di http://www.blogger.com/ . Silahkan anda klik di sini atau dengan cara mengklik gambar dibawah untuk mendaftar. Lihat gambar di bawah ini :


Setelah anda berada pada situs blogger.com, anda akan melihat gambar seperti gambar di atas. Silahkan lakukan langkah-langkah berikut ini :
Klik tanda anak panah yang bertuliskan " CREATE YOUR BLOG NOW "

Isilah email Addres dengan alamat email anda (tentunya yang valid)

Tuliskan password yang anda inginkan pada form Enter password

Isikan kembali password anda tadi pada form Retype password

Isi Display name dengan nama yang ingin anda tampilkan

Tulis tulisan yang tertera pada form Word Verification. Beri tanda tik pada kotak di pinggir tulisan I accept the Terms of Service.

Klik gambar anak panah yang bertuliskan " CONTINUE "

Tuliskan judul blog yang anda inginkan (nanti bisa di rubah lagi) pada form Blog title

Tulis nama situs anda pada form blog addres (URL)

Tulislah tulisan verifikasi yang ditampilkan pada form Word Verification, jika sudah selesai klik gambar panah yang bertuliskan " CONTINUE ".

Pilihlah gambar (template) yang anda inginkan (nanti bisa di rubah lagi), kemudian klik gambar anak panah yang bertuliskan "CONTINUE"

Setelah keluar tulisan "your blog has been created". Klik gambar panah bertuliskan "START POSTING". Silahkan anda tuliskan semau anda, jika sudah selesai klik tombol "publish".

3. Isi ( Content ) blog :

Bagi para pemula, biasanya mereka bingung setelah daftar membuat blog apa yang harus di isi ( diposting ) dalam sebuah blog. Isi ( content ) dari sebuah blog tentu saja terserah kepada si pemilik blog itu sendiri, apakah mau di isi puisi, perjalan hidup, teknik, ataupun apa saja. Nah di sini saya menyarankan, isilah blog anda tersebut dengan minat ataupun hoby serta keahlian anda sendiri, karena tentu saja di luar sana banyak sekali orang yang tentunya sama minat dan hoby nya dengan anda, sehingga mereka akan tertarik untuk membaca tulisan-tulisan anda. (bersambung)

Senin, 26 Oktober 2009

Pedoman Organisasi Karang Taruna

Pedoman Organisasi Karang Taruna
oleh : Acep K. Hidayat Sisanto
(Sekretaris Pengurus Karang Taruna Kecamatan Tanjungkerta)

Karang Taruna adalah Organisasi sosial wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat, yang mampu menampilkan karakternya melalui cipta, rasa, karsa, dan karya dibidang usaha kesejahteraan sosial.

Tujuan Karang Taruna diantaranya adalah mewujudkan pertumbuhan dan perkembangan kesadaran tanggung jawab sosial setiap generasi muda dalam mencegah, menangkal, menanggulangi dan mengantisipasi berbagai masalah sosial; membentuk jiwa dan semangat kejuangan generasi muda yang terampil dan berkepribadian dan berpengetahuan serta memacu motivasi setiap generasi muda untuk mampu menjalin toleransi dan menjadi perekat persatuan dalam keberagaman kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Sungguh sangat tidak mudah tugas yang diemban oleh Karang Taruna, maka untuk mewujudkan semua itu, Karang Taruna secara bersama-sama dengan pemerintah dan komponen masyarakat lainnya harus bahu-membahu serta mampu bekerja keras disertai kerja cerdas dalam mengelola, memberdayakan, dan mengembangkan segenap potensi generasi muda dengan cara sosialisasi dan konsolidasi dalam rangka memelihara solidaritas, soliditas, konsistensi dan citra organisasi.

Sebagai Organisasi dengan jumlah anggota terbesar dan tersebar di seluruh pelosok Nusantara, tentusaja Karang Taruna memerlukan pengaturan dan pengelolaan (manajerial) yang profesional. Pengeloaan yang baik hanya dapat dilakukan apabila para pelaku organisasi mengetahui dan memahami panduan (petunjuk) tentang penyelenggaraan organisasi yang bersangkutan.

Untuk itu, dengan segala kerendaha hati saya sediakan Peraturn organisasi Karang Taruna yang bisa di Download secara gratis supaya bisa dipergunakan dan disebarluaskan guna perkembangan dan kemajuan Organisasi Karang Taruna. Berikut Pedoman Organisasi yang bisa di Download :

  1. Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga ( AD/ART ) Karang Taruna Download disini
  2. Peraturan Organisasi tentang Keanggotaan Karang Taruna Download disini
  3. Peraturan Organisasi tentang Fora Pertemuan dan Persidangan Karang Taruna Download disini
  4. Peraturan Organisasi tentang Organisasi dan Kelembagaan Karang Taruna Download disini
  5. Peraturan Organisasi tentang Mekanisme Hubungan Kerja Sama Karang Taruna Download disini
  6. Peraturan Organisasi tentang Majelis Pertimbangan Karang Taruna Download disini
  7. Peraturan Organisasi tentang Pola Dasar Kaderisasi Karang Taruna Download disini
  8. Peraturan Organisasi tentang Pengurus Karang Taruna Download
  9. Peraturan Organisasi tentang Sistem Manajemen Informasi Karang taruna Download disini
  10. Peraturan Organisasi tentang Sistem Manajemen Kesekretariatan Karang taruna Download disini
  11. Peraturan Organisasi tentang Sistem Manajemen Keuangan karang Taruna Download disini