--= Sekedar Coretan =--
"Katempo Ayana, Kadenge Sorana jeung Karasa Mangfaatna"

Kamis, 27 Agustus 2015

Yang Langka Itu..

Bismillaah

Yang langka itu...
Istri yg tunduk patuh pada suami.
Yg senantiasa berseri2 saat dipandang.
Yg ridha terdiam saat suami marah.
Tidak merasa lebih apalagi meninggikan suara.
Tercantik di hadapan suami.
Terharum saat menemani suami beristirahat.
Tak menuntut keduniaan yg tidak mampu diberikan suaminya.
Yang sadar bahwa ridhaNya ada pd ridha suaminya.

Yang langka itu...
Suami yg mengerti bahwa istrinya bukan pembantu.
Sadar tak melulu ingin dilayani.
Malu jika menyuruh ini itu krn tau istrinya sudah repot seharian urusan anak dan rumah.
Yg tak berharap keadaan rumah lapang saat pulang krn sadar itulah resiko hadirnya amanah2 yg masi kecil.
Yg sadar pekerjaan rumah tangga juga kewajibannya.
Yg rela mengerjakan pekerjaan rumah tangga krn rasa sayangnya thd istrinya yg kelelahan.

Yang langka itu...
Anak lelaki yg sadar bahwa ibunya yg paling berhak atas dirinya.
Yg mengutamakan memperhatikan urusan ibunya.
Yg lebih mencintai ibunya dibanding mencintai istri dan anak2nya.
Yg sadar bahwa surganya ada pd keridhaan ibunya.

Yang langka itu...
Orang tua yg sadar bahwa anak perempuannya jika menikah sudah bukan lagi miliknya.
Yg selalu menasehati untuk mentaati suaminya selama suaminya tdk menyuruhnya kpd perkara munkar.
Yg sadar bahwa keridhaan Allah bagi anaknya telah berpindah pd ridha suaminya.

Yang langka itu...
Seorang ibu yg meskipun tau surga berada di bawah telapak kakinya.
Tapi tidak pernah sekalipun menyinggung hal tsb saat anaknya ada kelalaian thdnya.
Yg selalu sadar bahwa mgkn segala kekurangan pd anak2nya adalah hasil didikannya yg salah selama ini.
Yg sadar bahwa jika dirinya salah berucap atau doa keburukan maka malaikat akan mengijabah doanya.

Yang langka itu...
Anak yg senantiasa mendoakan kebaikan bagi orangtuanya dlm keheningan sepertiga malam terakhir.
Meskipun sehari hari dlm kesibukan rumah tangganya.
Dalam kesibukan usahanya.
Dalam kesibukan pekerjaannya.

Yang langka itu...
Orang orang yg saling memberikan uzur.
Yg saling memaklum

Senin, 17 Agustus 2015

Kultwit Kang Aher (Ahmad Heryawan @aheryawan) Tentang Merdeka dan Allahu Akbar

Assalamualaikum taruit, kumaha damang? Kita coba bahas tentang #Merdeka #Allahuakbar"
1. Allahu Akbar! Merdeka! Itulah sepasang kalimat yang dulu menghantarkan Indonesia merdeka"

2. Allahu Akbar! Merdeka! Dua kalimat itu pula bagaikan dua sayap yg akan menghantar Indonesia terbang mencapai cita2 bangsa #ID70"

3. Allahu Akbar! adalah seruan pengagungan kepada Sang Pencipta karena yakin kemerdekaan adalah rahmat Allah Yg Maha Kuasa #ID70"

4. Merdeka!  Adlh seruan ajakan agar NKRI terbebas dr belenggu asing.  Itulah cita agar bangsa ini bebas menentukan nasibnya sendiri #ID70"

5. Allahu akbar! Merdeka! dulu keluar dari lisan para pejuang pendahulu kita, dan masih relevan utk kita gaungkan sampai saat ini #ID70"

6. Allahu Akbar! Merdeka! adalah slogan yang tak terpisahkan,  terpaut satu sama lain: Religius dan Nasionalis #ID70"

7. Allahu Akbar! Merdeka! mengajarkan bahwa religiusitas dan nasionalisme harusnya berpadu dalam pribadi setiap anak bangsa #ID70"

8. Nasionalis sejati selayaknya juga seorang religius, karena sadar bahwa tanah air yg dicintainya adalah ciptaan-Nya #ID70"

9. Religius sejati adh jg nasionalis krn faham bhw cinta tanah air itu fitrah drNya & membela tanah air krnNya akan diridhoiNya #ID70"

10. Di hari kemerdekaan ke 70 ini, sepantasnya kita sampai kepada kematangan jiwa yang mampu memadukan religiusitas dan nasionalisme #ID70"

11. Mari kita hilangkan sekat antara kaum religius dan nasionalis, karena tidaklah lengkap salah satu tanpa yang lainnya #ID70"

12. Religiusitas tanpa nasionalisme (cinta tanah air) karenaNya itu BOHONG. Nasionalisme tanpa religiusitas itu KOSONG #ID70"

13. Krn nasionalisme sejati niscaya berpadu dg religiusitas, maka mari wujudkan cinta kpd tanah air dg kerja2 nyata yg
diridhoiNya #ID70"

14. Mari berlomba2 dlm kebaikan. Kaya amal nyata tanpa banyak kata  wujudkan Indonesia Jaya. Agar para pahlawan tersenyum di sana #ID70"

15. Allahu Akbar! Merdeka! mari kita gaungkan kembali, agar negeri ini diberkahi-Nya dan bebas dari ketergantungan kpd bangsa lain #ID70"

16. Allahu Akbar! Merdeka! Kita gemakan, agar bumi nusantara menjadi taman2 kehidupan yang indah, bagaikan surga dunia #ID70"

17. Allahu Akbar! Merdeka! kita gelorakan, agar insan2 nusantara mjadi kontributor peradaban dunia dg karya2 utama penuh maslahat #ID70"

Jumat, 14 Agustus 2015

Bendera Merah Putih

Bendera merah-putih sudah melintasi sejarah panjang. Menghormati bendera bukan berarti memuliakan bendera itu sendiri, tapi menghargai sejarah dan simbol kebangsaan dan kemerdekaan yang diperjuangkan dengan darah dan airmata.

Hormat Bendera

Menghormati bendera bukan untuk memuliakannya tapi menghargai nilai kebangsaan di dalamnya

Rabu, 12 Agustus 2015

Sms dari Humas MPR RI

Konvensi Ketatanegaraan, Sidang Paripurna MPR RI, Jumat 14 Agustus 2015 (08.00-09.30 WIB), dengan Agenda Pidato Presiden tentang Kinerja Lembaga-Lembaga Negara.

Ahlussunnah Wal Jama'ah Annahdliyyah

Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah firqah yang memiliki khashaish (kekhususan) yang membedakan dengan berbagai firqah yang lain di dalam Islam. Khashaish itu merupakan berbagai keistimewaan yang dimiliki oleh berbagai firqah yang lain. Khashaish sebagai keistemewaan itu, antara lain:

    Ahlus Sunnah Wal-Jama'ah merupakan satu-satunya firqah (golongan) di antara berbagai firqah di dalam Islam yang disebut oleh Nabi SAW sebagai firqah ahli surga. Mereka adalah para shahabat Nabi SAW. yang dikenal dengan sebutan As-Salafush Shalih yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Nabi. SAW. dan dilanjutkan oleh tabi'in dan tabi'it tabi'in, dua generasi yang memiliki keutamaan sebagaimana dinyatakan oleh Nabi SAW. Kemudian diikuti oleh para pengikutnya sampai sekarang.
    Menjadikan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai dua sumber pokok syari'at Islam, dan menerima dua sumber yang lahir dari keduanya, yakni ijma' dan qiyas.
    Memahami syari'at Islam dari sumber Al-Qur'an dan As-Sunnah melalui:
        sanad (sandaran) para shahabat Nabi SAW. yang merupakan pelaku dan saksi ahli dalam periwayatan hadits serta manhaj seleksinya, dan berbagai pemikiran yang diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas tasyri' (penetapan hukum syar'i) setelah beliau wafat. Mereka terutama empat shahabat yang disebut oleh Nabi SAW. sebagai Al-Khulafa' al-Rasyidun telah menyaksikan langsung dan memahami dengan cermat pelaksanaan tasyri' yang dipraktikkan oleh Nabi SAW.
        sanad dua generasi setelah shahabat, yakni tabi'in dan tabi'it tabi'in yang telah meneladani dalam melanjutkan tugas tasyri'. Mereka telah mengembangkan perumusan secara kongkrit mengenai prinsip-prinsip yang bersifat umum, kaidah-kaidah ushuliyyah dan lainnya. Mereka adalah para Imam mujtahid, Imam hadits dan lainnya.
    Memahami Al-Qur'an dan As-Sunnah secara menyeluruh berdasarkan kaidah-kaidah yang teruji ketepatannya, dan tidak terjadi mu'aradlah (pertentangan) antara satu nash dan nash yang lain. Dalam hal, diakui dan diterima:
        empat Imam mujtahid termasyhur sekaligus Imam madzhab fiqh dari kalangan tabi'in dan tabi'it tabi'in yang telah merumuskan kaidah-kaidah ushuliyyah dan menerapkannya dalam melaksanakan tasyri' yang kemudian menjadi pedoman bagi generasi berikutnya sampai sekarang. Empat mujtahid besar itu; a. Imam Abu Hanifah An-Nu'man ibn Tsabit (80-150 H.), b. Imam Malik ibn Anas (93-173 H.), c. Imam Muhammad ibn Idris Asy-Syafi'i (150-204 H.), dan Imam Ahmad ibn Hanbal (164-241 H.).
        para Imam madzhab aqidah, seperti Abul Hasan Al-Asy’ari (260-324), dan Abu Mansur Al-Maturidi (W.333 H.).
        keberadaan tashawwuf sebagai ilmu yang mengajarkan teori taqarrub (pendekatan) kepada Allah SWT. melalui aurad dan dzikir yang diwadahi dalam thariqah sebagai madzhab, selama sesuai dengan syari'at Islam. Dalam hal ini menerima para Imam tashawwuf, seperti Imam Abul Qasim Al-Junaid al-Baghdadi (W.297H.) dan Abu Hamid al-Ghazali (450-505 H.).
    Melaksanakan syari'at Islam secara kaffah (komprehensif), dan tidak mengabaikan sebagian yang lain.
    Memahami dan mengamalkan syari'at Islam secara tawassuth (moderat), dan tidak ifrath dan tafrith.
    Menghormati perbedaan pendapat dalam masalah ijtihadiyah, dan tidak mengklaim bahwa hanya pendapatnya yang benar, sedangkan pendapat lain dianggap salah.
    Bersatu dan tolong menolong dalam berpegang teguh pada syari'at Islam meskipun dengan cara masing-masing.
    Melaksanakan amar makruf dan nahi munkar dengan hikmah (bijak/arif), dan tanpa tindak kekerasan dan paksaan.
    Mengakui keadilan dan keutamaan para shahabat, serta menghormatinya, dan menolak keras menghina, mencerca dan sebagainya terhadap mereka, apalagi menuduh kafir.
    Tidak menganggap siapa pun setelah Nabi SAW. adalah ma'shum (terjaga) dari kesalahan dan dosa.
    Tidak menuduh kafir terhadap sesama mukmin, dan menghindari berbagai hal yang dapat menimbulkan permusuhan.
    Menjaga ukhuwwah terhadap sesama mukmin, saling tolong menolong, menyayangi, menghormati, dan tidak saling memusuhi.
    Menghormati, menghargai, tolong menolong, dan tidak memusuhi pemeluk agama lain

Muru Sakola

Rebun-rebun wanci subuh
Kuring hudang sanajan panon tunduh
Muru indit sakola kusabab jarakna jauh
Lamun diukur ku kilometer mah leuwih ti sapuluh

Ka sakola teh niat mah rek mere pangaweruh
Ka barudak anu keur meumeujeuhna butuh
Susuganan elmu teh bisa jadi pituduh
Supaya laku-lampah hirup teu nepi ka labuh

Perdes

Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa.